Minggu, 12 Februari 2012

Cara Menghilangkan Rasa Sakit Patah Hati



Nah setelah kamu tahu kenapa Patah Hati Itu Rasanya Sakit, sekarang adalah saatnya untuk menghilangkan rasa sakit tersebut. Karena sakit yang ini gak boleh lama-lama dibiarkan, seperti banyak sifat luka lainnya, dapat menimbulkan infeksi. Kalo udah sampe infeksi, sembuhnya makin susah. Luka fisik sih masih keliatan bisa dibebat perban dan ditetesin betadine. Kalo luka hati? Tsaelah. Bisa tersimpan di alam bawah sadar kamu selamanya dan mengubah cara pandang dan perilaku kamu nantinya. Efeknya bisa lebih berbahaya! Jadi kurang lebih begini caranya menghilangkan rasa sakit karena patah hati:

Distraksi Yang Menyenangkan

Alihkan segera fokus kamu dari yang biasanya ke dia jadi ke hal hal lain yang lebih seru. Bisa sesuatu yang dari dulu pengen kamu coba atau kerjain tapi gak sempet karena sibuk sama dia. Nyoba game baru, pretelin mobil, masak, berenang, bikin lagu, nulis, baca buku, belajar gamelan, tari bali, naik gunung, jadi tim SAR, mengkloning lalat buah, bikin robot, memanah matahari, menggapai bintang, menggulung samudera dan menyelamatkan dunia. Dengan mengalihkan pikiran seperti ini, kamu akan lebih cepat pulih dari sakit hati.

Ganti Rutinitas Sehari-Hari

Bangun lebih pagi dari alarm kamu, ganti menu sarapan, ganti jalur berangkat ke sekolah/kampus/kantor. Nyobain tempat makan siang baru. Nyobain tempat nongkrong baru. Nonton film dengan genre yang belum pernah kamu tonton. Macam-macam lah, pokoknya yang diluar kebiasaan standar kamu sehari-hari. Dengan begitu kamu bisa punya pengalaman dan sudut pandang lain. Jadinya gak stagnan dan bisa lebih mudah untuk bergerak maju. Asik!

Nangis Meraung-Raung

Serius deh ini bukan saatnya pake topeng besi ksatria pemberani. Dengan menangis kamu bisa jadi lebih lega. Karena paru paru kamu akan memompa banyak udara ke otak sehingga membuat pikiran kalut kamu jadi jauh lebih berkurang. Asal jangan mewek di depan umum ya. Malu-maluin dan bikin repot temen. Di kamar aja. Tapi  jangan terus terusan. Pegel juga. Lagian ntar bisa dikira lagi nonton bokep sama mama kamu gara-gara kamu mengurung diri di kamar mulu.

Joged.

Pasang musik favorit kamu. Gak usah lagu dugem, lagu metal juga bisa. Tapi gak boleh lagu melayu mendayu dayu ya atau lagi mellow berdarah macam Betharia Sonata. Pastikan lagu yang diputar ada beatnya, jadi kamu bisa jejogedan. Goyang pinggul ke kanan, ke kiri, loncat loncat, angkat tangan tinggi tinggi, kepala godek godek, shuffling, moonwalk, twist, tango, apapun! Emang sih kamu bakal diliat kayak orang gila, tapi dengan jantung yang berdetak cepat seiring kamu melempar badan, joged dan loncat-loncatan darah akan mengalir cepat ke otak dan ke seluruh tubuh. Dijamin akan mengurangi rasa sakit kamu. Kalau mau sambil dugem atau nonton konser musik bisa juga. Tapi pastikan jangan pakai substansi yak, soalnya kalo efeknya gak alami, malahan akan tambah parah jadinya begitu kamu sober lagi. Seriusan ini.

Curhat.

Yaaa ini cara paling klasik sih. Karena dengan ngobrol panjang lebar mengeluarkan segala uneg-uneg di hati juga bisa meredakan nyeri sakit hati. Makanya kalo di luar negeri sono banyak banget gerakan-gerakan anonymous untuk bisa saling mengeluarkan isi hati dan menguatkan. Kalau kamu merasa bahkan teman dan keluarga sudah tidak bisa lagi membantu mendengarkan kamu, boleh loh bertandang ke konselor atau psikolog. Gak usah nunggu gila untuk konsultasi dengan ahlinya. Eh kalo udah gila udah telat sih. Gimana sih kamu.

Tulis Surat Untuk Diri Kamu di Masa Depan

Kalo kamu gak mau ngerepotin orang dengan curhatan-curhatan kamu yang ngebosenin, kamu bisa mencoba nulis surat untuk diri kamu sendiri di masa depan. Isinya ya kurang lebih curhatan juga sih. Tapi ini juga bisa jadi pengingat kenapa kamu putus. Jadi kalo kamu lagi galau-galau gak jelas gitu, kamu bisa baca lagi surat itu dan diingatkan kembali kenapa kamu putus. Dengan demikian, harusnya sih kamu jadi lebih kuat ya.
Agak serius ya bahasannya? Gapapa lah, soalnya patah hati itu adalah masalah serius yang harus ditangani dengan seksama dan benar. Sama pentingnya dengan global warming dan kanker usus besar. Karena kalau gak tertangani dengan baik bisa merusak kemaslahatan umat, memusnahkan peradaban manusia dan mengancam perdamaian dunia. Gitu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar